Total Tayangan Laman

Selasa, 24 Desember 2013

The Joy

Hati saya sejenak bergetar, ketika membaca buku Api Sejarah karya mas Ahmad Mansyur Suryanegara. Sejenak saya berpikir bahwasanya kemenanganan Rasulullah atas perang Badar atas izin Allah. Sungguh, Allah andil dalam hal ini. Allah menjanjikan kemenangan atas Madinah. Begitupula Indonesia.




Tak pernah terlintas di pikiran saya sebelumnya jika bendera merah putih adalah bendera Rasulullah. Merah putih dibudayakan oleh para ulama pada masa dagang. Ternyata kaum muslim ini juga menetapkan bahasa melayu sebagai standar bahasa. Jika tidak saya tak pernah membayangkan 'manggil tukang becak pake bahasa sansekerta apalagi pallawa'.

Selain itu Indonesia lahir di bulan suci ramadhan, tidakkah itu sebuah karunia? Benar saja, dahulu Indonesia tidak menginginkan TNI untuk menjaga keamanan bangsa dan negara. Namun perjuangan para muslim untuk mendirikan TNI terbayar sudah. TNI pun lahir dengan panglima besar dari muhammadiyah. Belum lagi partai pertama yang didirikan atas dasar pilar politik oleh Partai Islam Indonesia. Dan ini masih bayak lagi-

Emm, mengapa Indonesia yang dikaruniai SDA yang melimpah, namun sulit untuk bersyukur? Setidaknya generasi muda sekarang harus mengetahui sejarah. Tidak hanya menetapkan cita-cita. Itu terlalu naif! Jika anda saya beri pertanyaan : sudahkah anda memaknai hidup? apa yang anda berikan pada Indonesia?.

...

Alkisah saya mempunyai teman pena baru di Amerika sana. Senang mendapat banyak teman diluar. Saya bisa menjelajah dunia walau dengan sepucuk surat/postcard. Yang saya kagumi adalah salah satu teman pena yang satu ini. Namanya Mr.Z, ya anggap itu namanya. 

Ia mulai masuk Islam di tahun 2012 dan ingin sekali ke Indonesia untuk belajar. Saya sempat berpikir, kenapa harus Indonesia? Toh, sekarang banyak yang Islam KTP. Tapi saya tak mengatakan seperti itu. Saya mengajaknya untuk belajar Islam, pa yang akan di dapat di Indonesia. Walaupun kesadaran akan Islam semakin menipis, tapi saya tahu budaya Indonesia masih menerapkan nila-nilai Islam. Saya yakin sekali, secuek-cueknya orang terhadap urusan agama atau nasional, ia mempunyai hati nurani. Setidaknya mereka masih bisa menangis dan tertawa. Ya, saya tahu jelas bahwa keinginan dari lubuk hati mereka adalah untuk sukses. Walaupun yaa masih banyak yang malas alias tak berusaha sama sekali. Namun setidaknya mereka masih punnya tenaga untuk bergerak.

Saya hanya membutuhkan satu saja, pemimpin yang ideal. Seperti apa? biarlah anda yang menjawab. Saya harap pemimpin 2014 bisa menjadi teladan.

Ketenangan ini sudah berada pada masing-masing orang dengan mengukuhkan syahadat dalam hatinya. Ketenangan ini berada di nilai-nilai pancasila untk menjadi masyarakat yang damai.

Itu saja, terimakasih :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar