Total Tayangan Halaman

Minggu, 01 Juni 2014

Gelandang sastra #2

Hi ! Penggemar sastra dan seni , senang sekali berjumba ! Rasanya sudah bosan untuk melakoni hal yang Ica suka. Sekarang saatnya mebikmati karya karya anak bangsa.

Baik, gelandang ini akan menceritakan perjalanan ke dalam dunia sastra dan seni. YUHUUUUU destination kali ini adalah ....
Jreeeeeeng TEATER !!

Mengunjungi beberapa pementasan teater membuatku banyak belajar bagaimana memahami seseorang tanpa harus bertanya "kau siapa?"

Oke, Ica ngerti, dalam sebuah teater tentu saja nomor utama adalah ekspresi, suara, intonasi, gerak tubuh, alur, dan masih banyak. Namun, ada satu hal yang kupelajari dari panggung satu ke panggung lain.

Hal itu tentang hati. Bagaimana cara pemain mementaskan sebuah kehidupan palsu dan dialog dialog diorama melodis dengan sepenuh hati. Terkadang pemain yang tidak menggunakan resep rahasia umum ini, tentu bisa saja dia tampil maksimal, tapi dia hanyalah sebuah peran. Ketika penonton berbalik memutar knot pintu, ia seperti hilang ingatan atas apa yang ditontonnya tadi. Yaa, itu berbahaya.

Bagi seorang pemain, membangun memori untuk penonton adalah hal yang sederhana. Bagaimana memainkan sepenuh hati dengan mengikat peran menjadi bagian dari diri mereka. Ya, bisa dibilang biarkan akting itu berjalan seakan itu adalah nyata, benar  benar mereka.

Hehe Ica udah nonton beberapa teater dan itu keren banget lho! Yang bikin aku salut selain para pemain adalah musik pengiringnya.  Dalam teater musik live benar benar membantu. Bahkan aku pernah mencoba untuk menutup mata mendengarkan dialog sambil terbawa dengan iringan musik, hal itu bisa membuat imajinasi meningkat, seperti pementasan dalam kelopak mata.

Baru baru ini Ica nonton teter SkizofeNia dari UGM. Keren sekali. Kebetulan Ica nonton sama kakakku,teh usi. Yaa dan menunggu tanggal 6 Juni di Taman Budaya Yogyakarta untuk pementasan opera kecoa. Yeay, belajar di kota Yogyakarta itu memang luaaas sekali ^^

Tweet me @arinilhaq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar