Total Tayangan Laman

Jumat, 04 Juli 2014

Ramadhan I



 Menyambut ramadhan bisa dilakukakn berbagai cara. Salah satunya adalah berkumpul bersama keluarga.Hal tersebut paling lumrah bagi seluruh umat muslim di Indonesia. Terlebih orang Indonesia cenderung mengesampingkan nilai-nilai lain hanya untuk bertemu keluarga. Salah satunya adalah anjlokan tiket seluruh transpotasi.
    Hari yang ditunggu-tunggu bagi umat muslim Indonesia, seperti di awal ramadhan, penghujung ramadhan dan hari raya dijadikan sebuah kesempatan bagi seluruh transportasi. Tak heran tidak sedikit yang mengeluh mengenai anjlokan ini, termasuk Ica sendiri. Tapi hal itu tidak terlalu signifikan, karena yang terpenting bagaimana caranya kita pulang kampun sesuai rencana.
      Ya, rencananya Ica akan berpuasa di hari pertama Ramadhan di kampung sendiri, Ciamis. Dengan anjlokan harga yang melebihi standar, Ica memilih untuk naik kereta. Well, Ica paling suka naik transportasi ini karena benar-benar tanpa hambatan. So, perjalanan dimulai dengan kuliah di pagi hari. Mulanya Ica pikir , Ica bisa kuliah sebelum jadwal keberangkatan. Namun, saat jam kuliah yang biasanya selesai lebih awal, kini melenceng jauh. 
    "Ampuuun, ini bapaknya ga selsai-selsai kah?" . Rasanya banyak godaan untuk mengancungkan tangan dan meminta izin. Tapi rasanya, benar-benar enggan .-. sampai akhirnya jadwal menuju keberangkatan hampir 45 menit lagi, padahal kampus dengan staisun letaknya cukup lumayan. Dan pas kuliahnya selesai, Ica goweeeeeeeees ke stasiun tugu ! wohoooooo akhirnyaaaaa.
Sampai di Stasiun Tugu YK, paniknya bukan main. Jelas saja, saat pemeriksaan tiket kereta akan datg dalam waktu 5 menit. Kalooo aja tadi bapaknya ngasih kuliah 5 menit lagi, gaa kebayaaaang, bisa melayang tiket pp Ica :'( hikzzz
.....
     Mengenai anjlokan, ku kira hanya terbayangkan pada tiket kereta saja. Namun, dua jam kemudian. Setelah berkenalan dengan perempuan sebangku asal Bandung dan sempat tidur selama 2 jam, Ica terbangun oleh seorang pramuniaga. Perawakannya cukup tinggi, putih dan edikit berisi. Ia tak henti-hentinya berbicara pada setiap penumpang. Ya, Ica harap dia lagi nawarin diskon nasi goreng -- asal tau aja yaa, kalau pemesanan makanan di atas transportasi itu cukup mahal. Kemdian ia menghampiri Ica dengan senyuman.
"Selamat siang, untuk jurusan kota Tasikmalaya akan dialihkan karena kereta didepan mengalami anlokan. Kami sudah menyiapkan bus untuk mengalihkan transportasi. Mohon maaf dan terimakasih."
     Nah, ini dia anjlokan dalam istilah lain. waaa selamat menikmati perjalanan ! hhahaha, akhirnya Ica diturunkan di stasiun poewakerto dengan kondisi compang camping *ups maksudku, karena Ica habis bangun dri tidur, jelas lah kalau saat turun dari kereta benar-benar linglung.
Tak ada yang ku kenali disana. Ica cuman bisa diem, diem, diem. Ya, kalau mau tau wartawan berdtangan jga lho kesana. Tapi bukan mau liput Ica pulang kampung --v. Ya, sekalinya masuk berita, eh keretanya anjlok. hahaha alamak.
    Dari 100 penumpang yang menunggu hampir satu jam, hanya Ica yang masih melek dan tetap berdiri, yang lain? tepar dan ada juga yang marah-marah terus. hehe lucu yaa. Dan perjalanan Jogja-Ciamis yang biasanya memakan 5 jam perjalanan, kini berubah menjadi 8 jam perjalan dan tiba di Ciamis pukul 5 sore yang seharusnya pukul 1. WOw ! Pengalaman nih, seru !
...
     Keesokan harinya pada hari sabtu, Ica bersama keluarga berencana melancog kembali ke Bandung di daerah Banjaran.Mulanya itu berjlan seperti biasa. Karena puasa jatuh pada hari minggu tangal 29 Juni, Ica disana sedang dalam keadaan terkena flu. So, benar--benar harus banyak minum. Nah, gara-gara sudah minum obat, hasilnya selama perjalan Ica bisanya cuman tidur. Nah, katanya sih saat menjelang sianng kami berhenti untuk makan, tapi gara-gara Ica ngigau gak mau makan, akhirnya Ica bener-bener ga makan soalnya Ica kira Bandung itu sebentar lagi. Alhasil.....
     2 KM sebelum tujuan mobil kami mogok. Ya jelas, mo-gok. Pertama kami biasa saja, hingga satu jam berlalu kami mulai resah. Akhirnya kami memanggil montir mobil dengan ojek, yaa pamanku sih yang manggil montirnya yang letak bengkelnya cukup jauh. Mobil kami berhenti di depan rumah gedongan gitu. Nah pas dua jam berlalu, mobil tetap tidak mau menyala. Hampir 3 jam ! kami binung karena satu jam lagi memasuki magrib. Lalu seorang tukang parkir datang menghampiri. Tak lama kemudian seorang laki-laki dewasa menghampiri juga. Ya mereka sedang melihat mesin sembari bercakap-cakap. Ica jamin, ica gak ngerti urusan mesin, maklum deh.
     Gak lama kemudin adzan magrib pun berkumandang. Kami kebingungan, apakah harus shalat didalam mobil yang mogok saja kah. Kemudian lak-laki dewasa yang berusia sekitar 30 tahun itu tersnyum dan menawarkan bagaimana jika kami shalat dirumahnya. Eng ing eng ternyata dia pemilik rumahnya. Ya ia merasa sedikit iba karena mobil yang terpakir tepat di depan halamannya hampir 3 jam lebih mogok. Well,  akhirnya kita shaat disana. Memang pertolan-Nya selalu ada jika kita memohon. Ternyata ia sdah memiliki istri dan kebetulan berasal dari Ciamis. Beruntung banget kan. Dan pas kita sedang shalat, dia ternyata memanggil montir pribainya untuk datang.
fuiiih, sebenernya saat adzan magrib montir yang kami panggil pulang dahulu. Saat montir pribadi si pemilik rumah datang, kami bingun kemana montir yang pertama tadi. Aaaaaa ajaib sekali ! mobil kami menyala.
Akhirnya kami benar-benar berterimakasih dengan si pemilik rumah. Oh ya, buat temen-temen nih yang menemukan musafir yang sedang kesusahan dan saat kita menolongnya adalah hal yang paling mulia. Karena waktu itu saya seorang musafir, pertolongan dari orang lain benar-benar dibutuhkan. Jadi, jangan pelit yaa :p 
Lalu dengan mobil yang prima, kami mendatangi bengkel mobil pertama. Dan ternyata disana terdapat mushala kecil yang dijejali orag-orang. Sempat kami ragu, ko bisa ya? . Kami beraksud untuk menyampaikan ucapan terimakasih pada montir pertama. Saat ucapan salam di maji itu yang kebetulan sedang tarawih, kami baru sadar imamnya adalah montir tadi dan ia dipanggil pak haji. Hehehe AMazed  banget kan. Setidaknya saat kami kesusahan, ada orang-orang shalih yang menolong kami.
lhasil kami pulang tepat pukl 20.30. Walaupun sedikit kecewa karena kami pergi tanpa tujuan, tapi kami dapat pelajaran termahal yang tidak bisa dibeli ! Happy mubarak - @arinilhaq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar