Total Tayangan Halaman

Kamis, 28 Agustus 2014

Keajaiban Sedekah

Hello ! Aku balik lagi nih, karena terlalu sibuk kuliah dn kegiatan, sampe lupa punya blog sendiri. Guys, kalau mau liat karya-karya-ku bisa di cek di instagram. Klik link disebelah kanan header.

Assalamualaikum wr.wb
Menjadiwanita muslim seutuhnya menjadi tantangan di dunia serba gelap ini. Kenapa gelap? Kini antara salah dan benar sudah tak terlihat lagi. Yang benar di salahkan dan begitu sebaliknya yang salah pun dibenarkan.
Ketika Islam berbicara bahwa salah satu tanda kiamat adalah begitu sedikitnya rang yang menafkahi fakir dan miskin. Bahkan sekedar sedekah dengan sesama muslimnya
.
Hai sahabat, benar saja ketika Allah menjajikan 10 kali lipat dari apa yang kita ikhlaskan. Dan siapa yang benar-benar memberikan hartanya kepada yang berhak, dialah yang akan dimudahkan oleh Allah kelak.

Pernah ada satu cerita, ketika si A benar-benar pesimis dengan nilai yang didapatnya. Ia benar-benar menyangka bahwa nilai yang akan didapatkan di suatu semester akan turun. Ya, tidak ada yang bisa diubah apalagi dengan dosen. Waktu sudah berlalu, ketika selesa i ujian, A selalu bahagia dengan apa yang dilakukannya. Ia adalah seorang yang jjujur dan mempunyai komitmen agar selalu jujur. Dan ketika melihat teman lainnya dengan santainya mencotek, tentu rasa geram itu ada. Aneh, heran, apakah ini didikan seorang muslim? tidak ! Islam itu jujur.

Rasa pesimis itu menjdi ketika mengetahui temannya yang mencontek mungkin menjawab dengan benar. Namun, A percaya bahwa Allah itu ada. Selalu ada. Sesulit apapun badai menghadang, jika kita memohon dan tidak sombong untuk menyapa Allah, yakinlah pertolangan itu pasti ada. Allahu Akbar!

Si A pernah mendengar , tidak cukup hanya berdoa jika tak berussaha. Apa daya, tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali berbagi. Terlintas bahwa berbagi adalah kebaikan paling terpuji. SI A membeli beberapa sembako. Tapatnya saat itu adalah bulan puasa. Dan entah kenapa saat membagi sembako kepada yang berhak, rasanya begitu ringan. Si A tidak hanya memberi kepada pengemis dan pemulung, ia memberi kepada siapa saja. Suatu ketika sebelum ia pulang kampung, ia diantar oleh seorang ojek yang begitu baik. Ia bercerita tentang anaknya yang kesulitan tentang pendidikan. Dan anda pasti akan menetes air mata, saat kita merengek ingin nilai besar ternyata masih ada anak anak merengek yang minta disekolahkan.

Ukhti... memberi jangan selalu berharap meminta juga. Ketika anda memberi seseorang, kukuhkan niat anda jangan sampai berubah menjadi sebuah kesombongan.

Ketika sudah terbiasa memberi, nilai pun tak kunjung keluar. Ya, benar benar menengangkan. Namun di suatu malam ketika ia menjemput kakaknya dari kampus , tepat pukul jam 10.00 malam, dan ketika tak ada satupun aktivitas dipinggir jalan. Saat si A menunggu, sebelumnya memang tidak ada orang. begitu sepi, menunggu seorang kakak kakndung. Tidba -tiba saja ada seorang bapak tua berjalan lemas dengan compang camping. Disaat yang bersamaan kakak si A datang, ada dua pilihan. Langsung maju karena sudah malam atau memberi didepan mata si kaka. Ingat memberi itu harus sembunyi bahkan tangan kiri pun tidak diperbolehkan untuk melihat. Ya, ini menunjukan betapa cintanya Islam terhadap diri kita.

Tapi saat itu si A benar-benar mengeluarkan dompet, memberi dan langsung disaksikan si kakak. Kakak si A hanya menatap biasa, dan mereka melaju. Sontak kakaknya bertanya, "ngapain bapak bapak ada malem-malem ya?". Sang adik tak menjawab dan langsung melesat pergi.

...

Esoknya... saat semua berkicau di media sosial. mengumumkan apa yang mereka dapat. Ya begitu banyak ekspresi, terutama kekecewaan. Dan ada juga yang mendapat nilai bagus, ia adalah sahabat si A yang memilki komitmen yang sama akan kejujuran. Hanya si A masih terlalu was-was. Dan saat membuka semua nilai yang sudah terpampang di layar komputer.
Subhanallah...
Kejujuran itu membuahkan hasil... Allah melindungi orang yang jujur, berusaha. Dan ini adalah keajaiban berbagi.... Subhanallah.. A, ip si A berhasil mencapai 4.

...

Bahagia itu sederhana ketika kita tidak putus asa. Bahagia itu sederhana ketika kita mengingat Allah. Dan bahagia itu semudah engkau berdoa kepada Allah.

.....

Kemudian ada juga satu cerita ketika ia sedang makan dan hendak pergi. Kemudian ada seorang pengamen datang bernyanyi. Saat ia memberi kepada pengamen dan berlalu pergi, pengamen itu berbalik memanggilnya. Heran? tentu ! Ternyata ia mengingatkan bahwa kunci rumah tertinggal di meja bekas makan si A. Subhanallah bukan? janji Allah benar-benar ada ! Saat kau memberi 1 perak Allah mengganti 10 kali lipatnya. Si A hanya memberi seribu perak dan diganti oleh Allah dengan rumahnya yang hampir saja tertinggal. Bayangkan jika kunci itu benar-benar tertinggal dan disalah gunakaan? Nah, berlatihlah untuk berbuat baik kepada siapapun. Allah always besides you....

2 komentar:

  1. Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat, hanya saja kita yang kurang "peka" untuk menyadarinya :)

    BalasHapus