Total Tayangan Halaman

Minggu, 14 Desember 2014

Pemuda Indonesia #1 : Jangan Mau Menjadi Generasi Taggung !

foto dari museum van de burg, Yogyakarta
      
Mahasiswa adalah bibit generasi bangsa Indonesia. Menjadi mahasiswa bukan hanya sekedar duduk di bangku kuliah lalu pulang, atau beraktifitas melebih teman-teman lainnya. Tetapi yang perlu kita sadari adalah esensi dari kegiatan-kegiatan yang kita ambil.
      Tentu sebuah perusahaan menyukai mahasiswa yang aktif, tapi tidak menutup kemungkinan mereka yang disiplin akan ilmu jjuga mempunyai lahan yang luas untuk berkarier atau melanjtkan studi yang lebih tinggi. Yang harus digaris bawahi adalah usaha setiap orang dalam mencapai kesuksesan jelas berbeda-beda. Tapi sudahkan anda bertanya pada diri sendiri apa esensinya?
       Ya hal ini menjadi hal yang krusial, karena apa? Jika anda hanya melakukan sesuatu tentu ada tujuannya, dan seakan kegiatan tersebut hanya dijadidkan sebuah target. Tanpa perencanaan yang matang, maka target tersebut akan berubah hanya sebagai ambisi jangka pendek. Jika sudah tercapai anda kebingungan apa yang harus dilakukan kemudian atau bahkan berhenti disana karena dirasa sudah mencapai puncaknya. Padahal jika kita mengerti esensi dari target kita, maka seluruh kegiatan yang diambil akan mejadi sesuatu yang bermanfaat. Dampaknya anda akan merasa kegiatan yang anda capai adalah hal bernilai tinggi, bisa jadi anda akan mencari target baru atau membagi maknanya kepada orang lain. Jadilah diri anda yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

foro dari stasiun Tugu Yogyakarta
       Jangan menjadi generasi yang tanggung ! Apa maksudnya? ya, jika kita tidak memperoleh esensi seperti yang diatas, maka tak ada gunanya target-target kita selama ini. Jadilah orang yang dikenang namanya karena sebuah karya. Benar saja, berbagi ilmu tidaklah sulit. Anda hanya perlu mengeluarkan apa yang anda pikirkan selama ini. Mulailah berkumpul dengan orng-orang yang produktif agar anda semakin terasah kecakapannya. Tapi tetap cari orang yang bisa membuat anda have fun. Hal tersebut utuk menghindari distress yang dapat dialami oleh semua pihak jika mereka tidak merealisasikan apa yang telah ditargetkan.
        Sedikit bercerita saat pengalaman saya ke Kota Solo yang rindang dan memiliki jalan yang begitu rapih. Saya mendatangi sebuah seminar yang kebetulan dihadiri oleh Mawapres UGM 2013, sungguh saat itu saya hanya interesting kepada artis yang menjadi pembicara seminar tersebut. Ternyata Subhanallah, namanya kak Birrul Qadriyah, ia begitu memotivasi saya.
            Bagaimana menjadi anak muda yang begitu produktif. Walaupun terkadang pilihan hidup begitu berbanding kebalik dengan kesempatan atau bahkan keberuntungan. Kita terkadang dihapkan dengan hasil yang sebenarnya jauh dari yang kita harapkan. Tapi dia mengajarkan saya untuk tetap istiqamah dalam bahasa Islam, atau bahasa indonesianya adalah bersungguh-sungguh. Beliau menjunjung tinggi pemikiran yang positif atau hudznuzon. Apapun jalan atau hasil yang kita terima itu adalah skenario dari-Nya. Karena Dia yang maha mengetahui kemampuan sampai kemampuan yang tak kita ketahui sekalipun. Tentu saja dengan usaha yang bersungguh-sungguh bahwa sesungguhnya banyak sekali jalan itu akan terwujud seiring berjalannya waktu. Dan berpikir positif tentu menjadi unsur penting dalam mendapatkan esensi. Jika kita pernah gagal, maka berpikir positif merupakan kunci bahwa tidak ada yang gagal dalam dunia ini, tapi adanya adalah hampir gagal dan pasti menang di waktu yang tepat.


                  Lalu apa itu generasi tanggung? Yaaa... generasi ini hanya memakai kacamata realistis. Mereka hanya melihat hari ini dan apa yang harus dilakukan hari ini sesuai dengan keadaan hari ini tentunya. Padahal guna masa lalu sebagai pedoman dan masa depan sebagai acuan begitu penting.
                 Generasi ini juga biasanya memiliki semangat yang mengebu tapi mereka berantakan karena kebingungan apa yang menjadi prioritas mereka. Dari kak Birrul saya juga belajar, bahwa seseorag itu jangan mengangggap dirinya hebat dengan mengambil alih seluruh kegiatan dan menjadi orang yang multitasking. Kita harus memiliki prioritas dan pilihlah kegiatan yang menurutmu akan terlaksana akan hadirnya anda. Jelas nantinya anda akan begitu totalis dan efektif. Kemudian seterusnya anda akan dinilai kinerjanya. Yupp, sebelum anda lulus sebaiknya persiapkan hal ini. Karena jika suda kuliah maka yang terjadi menjadi lebih kompleks. Ayoo semangaaat dan jangan lupa selalu ingat kepada-Nya :)

Salam dari Nafisah Arinilhaq


Tidak ada komentar:

Posting Komentar