Total Tayangan Halaman

Selasa, 20 Oktober 2015

International Working Camp #2

   Benar saja IWOCA 2015 merupakan pengalaman yang tak akan saya lupakan. Jelas selain saya harus menginap di kota yang indah ini, Malang, saya harus produktif selama seminggu. Tantangan lainnya adalah memakai bahasa Inggris. Disinilah saya merasa bahasa standar dunia ini amat sangat penting BANGET. Yeaap :)
sebelum berangkat

  Di hari pertama sebelum lidah saya mati rasa karena kedinginan, saya dan rekan-rekan digiring untuk mengikuti sebuah konferensi dengan pembicara super menginspirasi. Ada seorang CEO muda dari Singapur yang telah berkeliling dunia karena aktivitas sosialnya. Tak sangat mengherankan, ia begitu cerianya menceritakan perjalanan hidupnya. Kalau saja aku tidak bisa menutup mulutku menganaga lebar, pasti sudah seharian penuh saya kagumi dia. Ada juga kak Ranitya Nurlita dan pembicara lainnya. Mereka inilah yang menjadi harapan masa depan dunia. Mereka inilah yang peduli bagaiamana caranya memaknai hidup.
CEO dari Singapur


  Setelah itu kami berdiam di sebuah homestay yang adem anyem. Ya, disana kami belajar bagaimana caranya memberdayakan masyarakat Ada pengalaman sangat unik sekali ketika kita ditantang untuk membuat tas dari bahan baju. Btw hanya sedikit partisipan yang ingat untuk membawa gunting untuk dijadikan baju bekas. Saya kira untuk diberikan kepada anak yatim, nyatanya bajunya harus digunting-gunting tas. Konyolnya , saya membawa baju yang sangat layak sekali untuk dipakai. Ketika kami akan menggunting pakaian saya , oh my godness!  hahahahhahhaa


foto bareng ibu ibu
   so, setelah tasnya jadi kita promosikan kepada ibu-ibu di desa Malang itu. Sayangnya aku menjadi garda depan untuk menghadapi ibu-ibu. Sumpah, demi apa, kalau kamu lihat ibu-ibu disinetron atau pernah ikutan mlm, aku benar-benar mempromosikan tas dnegan gaya seperti itu! Oh my , hahaha,, saya seperti tante-tante penjual tas cantik ! Tentu ibu-ibu yang menjadi pendengar tersenyum terus, seakan mereka diajak bergosip dengan topik terbaru. hahahaha aduh . Dari sana disebut istriable. Belum lagi saat aku mengajar dengan anak-anak dan kembali menjadi garda depan, jingkrak-jingkrak kayak anak sd umur 11 tahun, istriable jadi julukanku. hahahaha boleh lah..

   Teman saya dari Kamboja dan Pakistan sangat menikmati segala aktivitas yang ditawarkan di IWOCA ini. Belum lagi mereka sangat kegirangan saat mencicipi segala kuliner khas Malang. Tentu saja  aku pun menyempatkan diri ke pasar malam dadakan yang diselenggarakan sebuah desa kecil ini. Mereka menjual berbagai macam makanan. Asiknya aku bisa makan baso Malang sesanggup yang ku bisa. so tasty !


     Senang sekali, terutama saat peserta digiring untuk berkebun. Aku baru tau ternyata menanam brokoli dan wortel memerlukan proses yang cukup panjang. Begitu pentingnya keseimbngan alam dalam menjaga kesehatan tanaman. Aku banyak mempelajari bagaimana menghargai makanan yang kita makan karena proses membuatnya benar-benar menguras tenaga, waktu dan biaya.

       Kami juga diajak untuk kunjungan perusahaan, kebetulan banget nih kemarin kami berkunjug ke Agrowisata. WOW, jadi pengen cepet kerja. Sumpah, ini tuh pengalaman paket lengkap hahaha
      Dan jelas yang paling seru adalah saat kita berdiam di tengah hutan dengan mendirikan tenda mungil bewarna kuning. Disana tidak hanya ada permainan, tapi ada juga kegiatan lainnya yang tentu sangat membuatku bersemangat. Aku satu tenda sama orang pakistan dan kamboja itu lho !!


       IWOCA ini memberiku banyak cerita. Di akhir alam saat api unggun , aku terpaksa curhat karena kedapatan pilihan TRUTH. Oh my godness hahahaha aku cerita tentang perasaa. Baper abissssss.
Nafisah Arinilhaq
Me, Nafisah Arinilhaq



         Ketika penutupan acara, yang paling tak ku lupakan adalah saat diteetapkan menjadi QUEEN IWOCA 2015. Setengah ga percaya, karena, yeah. Tapi mereka bercerita bahwa aku sudah melakukan semua kgiatan dengan penuh semangat. OH YEAH. I got it. sangat berkesan sekali. Terimakasih.
         Will be miss you guys !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar